|
Kapitalisme, melahirkan manusia yang tak mengenali Sang Pencipta. Manusia dengan jiwa yang gersang lagi meronta. Pada pedalamannya, terbentang ceruk kebutuhan hidup manusia yang kosong-melompong. Mereka kemudian mencari jawab; berburu oase di tengah panasnya gurun pasir. Dan jawaban itu, tak ada lain kecuali Islam. Dampaknya, majelis pengajian terus menjamur. Masjid-masjid menjadi ramai. Manusia semakin sadar dan mengerti untuk apa mereka hidup. Ya, mereka kembali kepada fitrahnya: berburu ridha Allah Ta’ala.
Sayang, ridha Allah tidak diperoleh tanpa usaha. Ada dua syarat untuk menggapainya: ikhlas (murni) dan shawab (benar sesuai tuntunan-Nya). Keduanya adalah setali mata uang. Hilang salah satu darinya akan membuat ibadah menjadi sia-sia belaka. Di sinilah urgensinya; bahwa semangat belaka belumlah cukup. Gerakan kembali ke Islam harus ditopang dengan ilmu yang mantap agar berjalan di atas rel yang digariskan oleh Allah. Untuk visi ini AQWAM lahir. Berupaya membantu manusia melandasi semangat ibadahnya dengan berilmu. Jembatan Ilmu, demikian motto kami. Dilandasi semangat turut berpartisipasi mendidik masyarakat, AQWAM mempersembahkan buku-buku keislaman, mulai dari akidah, fikih, dan akhlak. Kami mengutamakan buku-buku praktis sesuai kebutuhan umat. Alhamdulillah, kami telah memulai dari akhir 2003 atau awal 2004.
|