Biografi Utsman bin Affan

Kota Asal Pengiriman : Kota Surakarta (Solo)

Rp110.000,00

Utsman bin Affan ra adalah seorang pemuda yang dihormati di kalangan Quraisy. Meski demikia, dahinya tak pernah sekalipun ternoda untuk menyembah berhala sejak ia belum masuk islam. Setalh mengikrarkan dua kalimat syahadat, Utsman pun menjadi bagian penting pad sejarah awal kemunculan islam. Dialah satu-satunya sahabta yang bergelar Dzun Nurain, yang maknanya pemilik dua cahaya, karena dinikahkan dengan putir Nabi SAW. Dia pula sosok dermawan yang telah meninfaqkan sebagian besar hartanya di jaln Allah tanpa perhitungan.

Kategori:
  • Description
  • Additional Information

Product Description

Judul        : Biografi Utsman bin Affan

Penerbit    : Beirut

Penulis      : Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi

Ukuran      : 20,5×27 cm (HC)

Tebal         : 408 hal

ISBN`       : 978-979-039-320-2

Harga          : Rp. 110.000,-

Utsman bin Affan ra adalah seorang pemuda yang dihormati di kalangan Quraisy. Meski demikia, dahinya tak pernah sekalipun ternoda untuk menyembah berhala sejak ia belum masuk islam. Setalh mengikrarkan dua kalimat syahadat, Utsman pun menjadi bagian penting pad sejarah awal kemunculan islam. Dialah satu-satunya sahabta yang bergelar Dzun Nurain, yang maknanya pemilik dua cahaya, karena dinikahkan dengan putir Nabi SAW. Dia pula sosok dermawan yang telah meninfaqkan sebagian besar hartanya di jaln Allah tanpa perhitungan.

Tampuk kepemimpinan umat ia pegang sepeninggal khalifah Umar bin Al-Khattab ra. Meski agak berbeda dengan pendahulunya, Umar ra yang penuh ketegasan, Utsman ra tidak kehilangan wibawa demi menjaga keberlangsungan mesyarakat islam warisan Rasulullah SAW. Bahkan, dimasa pemerintahan Utsman tercatat ekspansi dakwah Islam mencapai puncak tertinggi. Prestasi menonjol lainnya adalah sejarah sejarah pengumpulan Al-Qur’an menjadi satu mushaf. Sealin itu, dalam buku ini kita juga dapat menilai kepiawaian Utsman bin Affan ra mengelola wilayah Islam yang begitu luas dengan segnap dinamika konflik yang ada di dalamnya.

Di masa Utsman ra ini pulalah intrik dan perpecahan mulai muncul. Terbukalah pintu “fitnah” tertumpahnya darh di antara kau muslimin, tepatnya di paruh kedua masa pemerintahannya yang 12 tahun itu. Sisa-sisa kejahiliyan berpadu dengan kedengkian musuh membentuk makar jahat untuk menghabisi sahabat yang mulia ini. Di masa inilah mulai muncul bibit-bibit kelompok khawarij. Demikian pula Abdullah bin Saba’, cikal bakal Syiah, mulai aktif kasak-kusuk menggerogoti islam dari dalam.

Utsman bin Affan ra pun syahid di tangan para pemberontak meskipun para sahabat terkemuka telah berusah sekuat tenaga membela. Beliau meninggal dalm keadaan shaum dengan leher dan tangan tertebas, sementara tangan satunya erat menggenggam mushaf Al-Qur’an. Para sahabat pun tak tinggal diam untuk menuntut balas atas kematiannya, meski mereka sampai sempat berselisih tentang bagaimana urutan caranya.

Utsman ra memang telah pergi menyusul kekasihnya, Rasulullah SAW, yang menjumpainya dalam mimpi beberapa hari sebelumnya dan berakata, “Mari berbuka bersama kami, wahai Utsman……” Namun, sejarah kepemimpinan dan kehidupannya yang tertulis dengan tinta emas sejarah tetap menjadi kenangan dan pelajaran bagi generasi berikutnya. Selamta menyelami kehidupan sahabat agung, Utsman bin Affan ra.

Additional Information

Berat 0.9 kg