|
Fahrur Mu'is Penulis dan editor buku Islam Baru-baru ini ada teman yang mengeluh. Seiring dengan rutinitas mengedit setiap hari, katanya, ilmu dan kemampuannya tidak bertambah. Bahkan, imbuhnya, cenderung menurun. Mengapa? Bukankah banyak jam terbang berarti tambah ketrampilan? Bukankah banyak pengalaman berarti tambah keahlian?
Sejenak saya merenung. Mencari, kira-kira apa jawabannya. Dan benar, hal itu juga saya rasakan. Ketika saya terjebak dalam sebuah rutinitas terpola, seperti mengedit, menerjemah, dan menulis yang tiada henti, ternyata saya tidak semakin produktif. Saya tidak tahu, entah ini hanya terjadi pada saya, entah juga pada Anda.
Berkaitan dengan hal ini, saya teringat ketika belajar menjadi tukang kayu 20 tahun yang lalu. Waktu itu, kakek menyuruh saya menggergaji kayu. Pada awal-awal waktu, saya mampu menggergaji dengan cepat. Namun, tidak demikian dengan waktu-waktu selanjutnya. Meskipun saya menggergaji dengan tenaga dan alat yang sama, ternyata waktunya semakin lama. Setelah diselisik, ternyata hal itu disebabkan oleh gergaji yang kian lama kian tumpul. Akhirnya, hasilnya pun tidak maksimal.
Dari situ, saya tersadar bahwa ketrampilan manusia juga perlu diasah. Tanpa pengasahan, ketrampilan akan stagnan. Tak bertambah, tapi malah mungkin berkurang. Banyak menulis bukan jaminan tulisan akan lebih bagus dan berkualitas. Pun demikian, banyak menerbitkan buku bukan jaminan buku selanjutnya tambah bermutu. Tergantung apakah ada pengasahan ketrampilan dan penambahan ilmu atau tidak. Jika tidak, boleh jadi buku yang dihasilkan akan menurun. Baik pilihan tema yang tidak kuat maupun hasil editing yang monoton. Ringkasnya, tidak semakin lebih baik.
Inilah tantangan bagi para perajin buku. Dan bagaimana konkretnya? Silakan semua berkreasi. Tidak selalu dengan membaca. Tidak mesti dengan pelatihan, dan tidak harus dengan sharing. Lalu, dengan apa? Apakah dengan ilmu kebatinan alias dibatin saja? Tentu tidak, cara tersebut bisa digunakan, hanya saja saya tidak membatasi.
Favorit-kan! (65) | Kutip ke dalam situs anda | Dilihat: 712
Komentar oleh: ade, pada 17-07-2007 16:24 bagaimana kalo dibuat forum bersama antarpenerbit secara berkala agar potitioning buku solo semakin kuat |
Setuju Banget Komentar oleh:
Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya
, pada 18-07-2007 14:48 Setujuuuu bang-get! Selain itu bisa digunakan untuk menjembatani kebuntuan2 yang mungkin ada antara penerbit, khususnya penerbit buku Islam di Solo. Sehingga mas muis ga nulis yang aneh2 lagi -- Ntar ta kasi hosting murah deh. [baikhati mode on] |
Komentar oleh: a'idzah, pada 18-07-2007 16:56
salam pembelajar |
Komentar oleh: nekak abis, pada 19-07-2007 16:22 perbukuan solo memang berkembang pesat. tapi sayang kalo tidak diimbangi dengan kualitas isi dan kemasan yantg bagus. saya salut, mas berani teang-terangan menyorot fenomena yang ada. meskipun, ada yang kurang bisa menerima. |
Komentar oleh: sidik, pada 19-07-2007 16:31
sebenarnya, mas itu penulis buku apa toh? saya pernah lihat buku: Bahagia Saat Sakit, Nama Terindah Untuk Anakku, Agar Shalat Tak Sia-Sia. Apa benar itu semua mas mu'is yang nulis? Trus di aqwam karyanya mana dong? |
Komentar oleh: pnp, pada 10-08-2007 18:22 INSYA ALLAH STU (sedekah tanpa uang) SEGERA TERBIT BULAN INI. |
Komentar oleh:
Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya
, pada 18-08-2007 14:02 Akhi muis punya talena menulis yang ok ana seneng baca bukunya Bahagia saat sakit. Bikin saya termotivasi kalau pas sakit. Apalagi buku barunya dengan nama pena Muhammad bin qusry al-jifari Agar Shalat tak sia-sia. Sangat bagus. Bikin ana isntrospeksi jangan-jangan shalat ane juga sia-sia. Ok Maju terus |
Komentar oleh: fitrybjr, pada 28-11-2007 01:22 maju terus pantang mundur |
mengasah ketrampilan Komentar oleh:
Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya
, pada 22-01-2008 05:13 buat mas yang lagi bingung soal mengasah ketrampilan. sesuatu hal yang dimulai dengan sungguh2 untuk menciptakan kemajuan pada diri sendiri kuncinya adalah ya belajar secara istiqomah, ingat tentang sebuah teori pembelajaran" apa yang kita dengar maka akan lupa, apa yang kita lihat maka akan kita ingat, apa yang kita lakukan maka kita akan paham"jadi !!! MENGASAH KETRAMPILAN ITU YO HARUS BY DOING.kl ingin jadi penulis ya harus sering nulis dong bos !!! semangat yo salam buat pak direktur |
ilmu kebatinan Komentar oleh:
Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya
, pada 14-08-2008 18:12 ingin mengasah kebatiananku karena saya juga seorang guru silat |
| - Silakan memberi komentar yang sesuai dengan artikel.
- Komentar menggunakan bahasa yang sopan, baik, dan tidak menyinggung orang lain.
- Semua komentar akan dimoderasi.
- *Refresh* browser anda untuk mendapatkan kode keamanan yang baru, jika anda kesulitan melihat kode keamanan yang ditampilkan.
| |