Matahari Kualalumpur menyengat hangat, saat Air Asia no. penerbangan AK997 yang kami tumpangi, mendarat di LCC Terminal, Kualalumpur, Malaysia. Meski melayani penerbangan internasional, jangan berharap mendapatkan fasilitas mewah layaknya Soekarno Hatta, atau layaknya bandara di sebuah ibukota lainnya.
Siswa SMU kurang dewasa, demikian fenomena yang terjadi di masyarakat kita. Mayoritas mereka hanya memikirkan urusan pribadi, seperti bingung akan melanjutkan sekolah ke mana, mau kerja apa, pacaran, dan lain sebagainya. Sangat jarang di antara mereka yang memikirkan masalah umat, seperti ikut memajukan Islam di lingkungannya masing-masing. Padahal, jika mereka mau menilik sejarah, ternyata banyak para shahabat Nabi yang berpikiran besar, meskipun usia mereka baru belasan tahun.
Lagi-lagi gudang penerbit AQWAM "kebobolan." Sebanyak 4000 eksemplar buku Keajaiban Ayat Kursi, ludes terjual. Padahal, buku bersampul kuning cerah tersebut baru dicetak April lalu. Kejadian ini mengingatkan kepada hal serupa yang terjadi pada buku Seni Shalat Khusyuk, yang 4000 eks. habis terjual dalam waktu kurang dari 1 pekan.
Matahari Mesir cukup terik siang itu. Namun tak cukup menghalangi langkah kami menuju Markaz Al-Hadharah Al-Islamiyyah di Maniyal. Ya, di kantor itulah lepas Zhuhur kami menemui Dr. Raghib As-Sirjani, penulis buku superbestseller “Misteri Shalat Subuh”.
Rabu, 8 Maret 2007, AQWAM mengadakan kunjungan ke Jakarta Islamic Bookfair 2007. Rombongan terdiri dari: Bambang Sukirno (Direktur), Tony Timur Ahmad (HRD), Ichsan Wahyudi (Marketing), ditemani Ozi yang menjadi driver. Tiba di arena Bookfair di Senayan sekitar pukul 17.00 WIB, setelah sebelumnya mengadakan kunjungan ke beberapa agen di Jakarta.